TOP NEWS

Jumat, 04 November 2011

Celah Bibir (Bibir Sumbing)

Celah Bibir (Bibir Sumbing) & Celah Langit-langit



DEFINISI
Celah Bibir dan Celah Langit-langit adalah suatu kelainan bawaan yang terjadi pada bibir bagian atas serta langit-langit lunak dan langit-langit keras mulut.

Celah bibir (Bibir sumbing) adalah suatu ketidaksempurnaan pada penyambungan bibir bagian atas, yang biasanya berlokasi tepat dibawah hidung.

Celah langit-langit adalah suatu saluran abnormal yang melewati langit-langit mulut dan menuju ke saluran udara di hidung.



 PENYEBAB
Celah bibir dan celah langit-langit bisa terjadi secara bersamaan maupun sendiri-sendiri. Kelainan ini juga bisa terjadi bersamaan dengan kelainan bawaan lainnya.

Penyebabnya mungkin adalah mutasi genetik atau teratogen (zat yang dapat menyebabkan kelainan pada janin, contohnya virus atau bahan kimia).

Selain tidak sedap dipandang, kelainan ini juga menyebabkan anak mengalami kesulitan ketika makan, gangguan perkembangan berbicara dan infeksi telinga.

Faktor resiko untuk kelainan ini adalah riwayat celah bibir atau celah langit-langit pada keluarga serta adanya kelainan bawaan lainnya.


GEJALA
Gejalanya berupa:
  • pemisahan bibir
  • pemisahan langit-langit
  • pemisahan bibir dan langit-langit
  • distorsi hidung
  • infeksi telinga berulang
  • berat badan tidak bertambah 
  • regurgitasi nasal ketika menyusu (air susu keluar dari lubang hidung).
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik di daerah wajah.
PENGOBATAN
Pengobatan melibatkan beberapa disiplin ilmu, yaitu bedah plastik, ortodontis, terapi wicara dan lainnya.

Pembedahan untuk menutup celah bibir biasanya dilakukan pada saat anak berusia 3-6 bulan.

Penutupan celah langit-langit biasanya ditunda sampai terjadi perubahan langit-langit yang biasanya berjalan seiring dengan pertumbuhan anak (maksimal sampai anak berumur 1 tahun). Sebelum pembedahan dilakukan, bisa dipasang alat tiruan pada langit-langit mulut untuk membantu pemberian makan/susu.

Pengobatan mungkin berlangsung selama bertahun-tahun dan mungkin perlu dilakukan beberapa kali pembedahan (tergantung kepada luasnya kelainan), tetapi kebanyakan anak akan memiliki penampilan yang normal serta berbicara dan makan secara normal pula. Beberapa diantara mereka mungkin tetap memiliki gangguan berbicara.


0 komentar:

Faktor Resiko Gangguan Perkembangan Bicara dan Bahasa Pada Anak


Faktor Resiko Gangguan Perkembangan Bicara dan Bahasa Pada Anak 

Penyebab gangguan perkembangan bahasa sangat banyak dan luas, semua gangguanmulai dari proses pendengaran, penerusan impuls ke otak, otak, otot atau organ pembuat suara.Adapun beberapa penyebab gangguan atau keterlambatan bicara adalah gangguan pendengaran,kelainan organ bicara, retardasi mental, kelainan genetik atau kromosom, autis, mutism selektif,keterlambatan fungsional, afasia reseptif dan deprivasi lingkungan. Deprivasi lingkungan terdiridari lingkungan sepi, status ekonomi sosial, tehnik pengajaran salah, sikap orangtua. Gangguanbicara pada anak dapat disebabkan karena kelainan organik yang mengganggu beberapa sistemtubuh seperti otak, pendengaran dan fungsi motorik lainnya.Beberapa penelitian menunjukkan penyebab ganguan bicara adalah adanya gangguanhemisfer dominan. Penyimpangan ini biasanya merujuk ke otak kiri. Beberapa anak jugaditemukan penyimpangan belahan otak kanan, korpus kalosum dan lintasan pendengaran yangsaling berhubungan. Hal lain  dapat juga di sebabkan karena diluar organ tubuh sepertilingkungan yang kurang mendapatkan stimulasi yang cukup atau pemakaian dua bahasa. Bilapenyebabnya karena lingkungan biasanya keterlambatan yang terjadi tidak terlalu berat.Terdapat tiga penyebab keterlambatan bicara terbanyak diantaranya adalah retardasimental, gangguan pendengaran dan keterlambatan maturasi. Keterlambatan maturasi ini seringjuga disebut keterlambatan bicara fungsional.Keterlambatan bicara fungsional merupakan penyebab yang cukup sering  dialami olehsebagian anak. Keterlambatan bicara fungsional sering juga diistilahkan keterlambatan maturasiatau keterlambatan perkembangan bahasa. Keterlambatan bicara golongan ini disebabkan karenaketerlambatan  maturitas  (kematangan)  dari  proses  saraf  pusat  yang  dibutuhkan  untuk memproduksi kemampuan bicara pada anak. Gangguan seperti ini sering dialami oleh laki-lakidan sering terdapat riwayat keterlambatan bicara pada keluarga. Biasanya hal ini merupakanketerlambatan bicara yang ringan dan prognosisnya baik. Pada umumnya kemampuan bicaraakan tampak membaik setelah memasuki usia 2 tahun. Terdapat penelitian yang melaporkan penderita dengan keterlambatan ini, kemampuan bicara saat masuk usia sekolah akan normalseperti anak lainnya.Dalam keadaan ini biasanya fungsi reseptif sangat baik dan kemampuan pemecahanmasalah  visuo-motor  anak  dalam  keadaan  normal.  Anak  hanya  mengalami  gangguanperkembangan ringan dalam fungsi ekspresif. Ciri khas lain adalah anak tidak menunjukkankelainan neurologis, gangguan pendengaran, gangguan kecerdasan dan gangguan psikologislainnya.

Faktor Internal
Berbagai  faktor  internal  atau  faktor  biologis  tubuh  seperti  faktor  persepsi,  kognisi  danprematuritas dianggap sebagai faktor penyebab keterlambatan bicara pada anak.

Persepsi 
Kemampuan membedakan informasi yang masuk  disebut persepsi. Persepsi berkembangdalam 4 aspek : pertumbuhan, termasuk perkembangan sel saraf dan keseluruhan sistem;stimulasi, berupa masukan dari lingkungan   meliputi seluruh aspek sensori, kebiasaan, yangmerupakan hasil dari skema yang sering terbentuk. Kebiasaan, habituasi, menjadikan bayimendapat stimulasi baru yang kemudian akan tersimpan dan selanjutnya dikeluarkan dalamproses belajar bahasa anak. Secara bertahap anak akan mempelajari stimulasi-stimulasi barumulai dari raba, rasa, penciuman kemudian penglihatan dan pendengaran.Pada usia balita, kemampuan persepsi auditori mulai terbentuk pada usia 6 atau 12 bulan,dapat memprediksi ukuran kosa kata dan kerumitan pembentukan pada usia 23 bulan.

Telingasebagai organ sensori auditori berperan penting dalam perkembangan bahasa. Beberapa studimenemukan  gangguan  pendengaran  karena  otitis  media  pada  anak  akan  menggangguperkembangan bahasa.
37 Sel  saraf  bayi  baru  lahir  relatif  belum  terorganisir  dan  belum  spesifik.  Dalamperkembangannya, anak mulai membangun peta auditori dari fonem, pemetaan terbentuk saat

fonem terdengar. Pengaruh bahasa ucapan berhubungan langsung terhadap jumlah kata-katayang didengar anak selama masa awal perkembangan sampai akhir umur pra sekolah.
Kognisi 
Anak pada usia ini sangat aktif mengatur pengalamannya ke dalam kelompok umummaupun konsep yang lebih besar. Anak belajar mewakilkan, melambangkan ide dan konsep.Kemampuan ini merupakan kemampuan kognisi dasar untuk pemberolehan bahasa anak.Beberapa teori  yang menjelaskan hubungan antara kognisi dan bahasa :
1.Bahasa berdasarkan dan ditentukan oleh pikiran
(cognitive determinism)
2. Kualitas pikiran ditentukan oleh bahasa
(linguistic determinism)
3. Pada awalnya pikiran memproses bahasa tapi selanjutnya pikiran dipengaruhi olehbahasa.4. Bahasa dan pikiran adalah faktor bebas tapi kemampuan yang berkaitan.Sesuai dengan teori-teori tersebut maka kognisi bertanggung jawab pada pemerolehan bahasadan pengetahuan kognisi merupakan dasar pemahaman kata.
Prematuritas
Weindrich menemukan adanya faktor-faktor yang berhubungan dengan prematuritasyang mempengaruhi perkembangan bahasa anak, seperti berat badan lahir, Apgar score, lamaperawatan di rumah sakit, bayi yang iritatif, dan kondisi saat keluar rumah sakit.Beitchman, Hood, & Inglis, 1990; Spitz et al., 1997; Tallal, Ross, & Curtiss, 1989;Tomblin, Smith, & Zhang, 1997, melaporkan bahwa gangguan bahasa sekitar 40% dan 70%merupakan kecendrungan dalam suatu keluarga. Separuh keluarga yang memiliki anak dengangangguan bahasa, minimal satu dari anggota keluarganya memiliki problem bahasa. Orang tuayang berpengaruh pada keturunan ini mungkin bertanggung jawab terhadap  faktor-faktor genetik. Mungkin sulit mengetahui berapa banyak transmisi intergenerasi gangguan-gangguanbahasa tersebut, disebabkan oleh kurangnya dukungan lingkungan terhadap bahasa.

Faktor Eksternal (Faktor Lingkungan)

Riwayat keluarga
Demikian pula dengan anak dalam keluarga yang mempunyai riwayat keterlambatan ataugangguan bahasa beresiko mengalami keterlambatan bahasa pula.   Riwayat keluarga yangdimaksud antara lain anggota keluarga yang mengalami keterlambatan berbicara, memilikigangguan bahasa, gangguan bicara atau masalah belajar.

 Pola asuh
Law dkk juga menemukan bahwa anak yang menerima contoh berbahasa yang tidak adekuat dari keluarga, yang tidak memiliki pasangan komunikasi yang cukup dan juga yangkurang memiliki kesempatan untuk berinteraksi akan memiliki kemampuan bahasa yang rendah.

 Lingkungan verbal 
Lingkungan verbal mempengaruhi proses belajar bahasa anak. Anak di lingkungankeluarga profesional akan belajar kata-kata tiga kali lebih banyak dalam seminggu dibandingkananak yang dibesarkan dalam keluarga dengan kemampuan verbal lebih rendah.

Pendidikan
Studi lain melaporkan juga ibu dengan tingkat pendidikan rendah merupakan faktor resiko keterlambatan bahasa pada anaknya.

Jumlah anak 
Chouhury dan beberapa peneliti lainnya mengungkapkan bahwa jumlah anak dalam keluarga mempengaruhi perkembangan bahasa seorang anak, berhubugan dengan intensitaskomunikasi antara orang tua dan anak.

Kemiskinan menempatkan anak pada resiko meningkatnya problem-problem rumahtangga (Halpern, 2000). Kemiskinan secara signifikan mempertinggi resiko terpaparnya masalahkesehatan seperti asma, malnutrisi (Klerman, 1991); gangguan kesehatan mental (Gore &Eckenrode, 1996; McLoyd, 1990; McLoyd & Wilson, 1991); kurang perhatian dan ketidak-teraturan perawatan dari orang tua (Halpern, 1993); dan defisit dalam perkembangan kognisi danpencapaian keberhasilan (Duncan, Klebanov, & Brooks-Gunn, 1994; Levin, 1991). Beberapapenelitian menjelaskan bahwa keluarga yang bermasalah, terpapar lebih besar faktor-faktor resiko daripada keluarga yang  tidak berada dibawah level kemiskinan, dan konsekuensi darifaktor-faktor resiko ini dapat lebih berat pada anak-anak dalam keluarga ini (Attar, Guerra, &Tolan, 1994; Brooks-Gunn, Kleba-nov, & Liaw, 1995; Liaw & Brooks-Gunn, 1994; McLoyd,1990).Anak-anak yang terpapar berbagai faktor resiko, maka resiko untuk berkembang menjadidisabilitas akan meningkat. Salah satu yang termasuk disabilitas adalah
specific languageimpairment 
(SLI),  yang  secara  umum  dijelaskan  sebagai  pencapaian  yang  buruk  dalamberbahasa meskipun memiliki pendengaran dan intelegensi nonverbal normal (Spitz, Tallal, Flax,& Benasich, 1997). Lebih khusus hal ini dapat diartikan suatu kondisi yang menyebabkanseorang anak memiliki penilaian spesifik dibawah rata-rata standar tes bahasa, tetapi berada padalevel rata-rata untuk tes intelegensi nonverbal (Fazio, Naremore, & Connell, 1996). Dengandemikian, pencegahan SLI dapat dengan mengidentifikasi faktor resiko anak sebelum diagnosisformal dibuat.Beberapa  penelitian  meneliti  faktor-faktor  resiko  biologi  untuk  SLI  dan  penempatan-penempatan faktor lain dengan melihat “outcome” anak-anak sekolah yang ditempatkan di
neonatal intensive care units
(NICUs) setelah lahir dengan segera. Anak-anak dari populasi inidiketahui memiliki resiko untuk keterlambatan kognisi dan kesulitan akademik karena merekabiasanya lahir prematur, berat badan lahir rendah (kurang dari 2500 g) atau respiratori distres.Sebagian besar literatur menyatakan bahwa meskipun anak-anak dari NICU lebih beresikomengalami kesulitan kognisi (seperti retardasi mental dan gangguan belajar), mereka tidak memiliki resiko yang meningkat untuk masalah spesifik bahasa, khususnya saat angka penilaiandisesuaikan karena prematuritasnya (Resnick et al., 1998; Rice, Spitz, & O’Brien, 1999; Siegel etal., 1982; Tomblin, Smith, & Zhang, 1997)

Beberapa  penelitian  memperlihatkan  bahwa  gangguan  bahasa  umumnya  terdapatkecenderungan dalam suatu keluarga berkisar antara 40% dan 70% (Beitchman, Hood, & Inglis,1990; Spitz et al., 1997; Tallal, Ross, & Curtiss, 1989; Tomblin, Smith, & Zhang, 1997). Hampir separuh dari keluarga yang anak-anaknya mengalami gangguan bahasa, minimal satu darianggota keluarganya memiliki problem bahasa. Dengan demikian orang tua yang berpengaruhpada keturunan ini mungkin bertanggung jawab terhadap faktor-faktor genetik. Mungkin tidak diketahui berapa banyak transmisi intergenerasi gangguan-gangguan bahasa tersebut disebabkanoleh kurangnya dukungan lingkungan terhadap bahasa.Kondisi lingkungan merupakan hal yang penting menyangkut hasil perkembangan seoranganak. 

0 komentar:

Apakah Terapi Wicara dan Bahasa?


Apakah Terapi Wicara dan Bahasa?
Oleh Anthony B DeFeo, PhD
Introduksi
Anak anda akan didaftarkan untuk mengikuti terapi wicara dan bahasa. Artikel ini akan membantu anda untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah terapi? Bagaimana terapi membantu anak anda? Bagaimana anda memilih penataan terbaik terapi bagi anak anda.

Evaluasi adalah dasar terapi
Evaluasi yang baru saja selesai dan anda terima tentang anak anda adalah langkah pertama terapi. Evaluasi mencakup observasi cermat dan pemeriksaan (terdiri atas serangkaian tes) kemampuan wicara dan bahasa anak anda. Dari observasi dan pemeriksaan ini, terapis wicara akan mengembangkan rencana penanganan untuk memenuhi kebutuhan khusus anak anda. Sepanjang jalan terapi, pengetesan akan dilakukan untuk mengukur kemajuan dan menetapkan tujuan-tujuan baru untuk pelajaran-pelajarannya. Evaluasi yang tepat adalah bagian penting dari terapi.

Terapi adalah suatu proses
Terapi wicara dan bahasa mencakup serangkaian aktivitas-aktivitas untuk memenuhi tujuan-tujuan spesifik. Biasanya tujuan ini dicapai setelah
dijalani berkesinambungan atau terus-menerus. Jarang sekali terjadi ketrampilan komunikasi berubah dalam satu atau dua sesi terapi.
Panjang terapi kenyataannya tidak dapat diperkirakan. Biasanya makin serius masalah perkembangan anak anda, makin lama perioda terapi yang ia perlukan. Bukan berarti anak akan gagal berkembang. Anda boleh jadi melihat perkembangan yang segera nampak. Lalu perioda kemajuan mulai berlangsung dalam tahap-tahap kecil. Atau anak memperlihatkan kemajuan sejak awal. Atau tiba-tiba perkembangan melonjak sepanjang terapi. Kecepatan dan pola perkembangan berbeda untuk tiap anak. Camkan hal ini baik-baik.

Prosedur-prosedur terapi
Ada banyak cara sukses untuk menangani gangguan komunikasi. Prosedur-prosedur ini mempunyai beberapa faktor yang sama:
1.Anak anda akan belajar ketrampilan baru. Tergantung dari sifat gangguan yang dialaminya, anak akan diminta untuk:
  1. belajar perilaku-perilaku baru, misalnya melafalkan suara wicara tertentu.
  2. Memodifikasi perilaku yang mengganggu komunikasi (misalnya dengan mengurangi kecepatan bicara atau kekerasan suara)
  3. Mempelajari kembali ketrampilan yang hilang akibat didapatnya gangguan komunikasi.
  4. Memperbaiki bicara melalui stimulasi otot dan mengkombinasi latihan motorik bicara melalui prosedur medik seperti pembedahan dan pemasangan alat-alat dental (gigi)
  5. Tambahan untuk komunikasi oral dengan macam-macam alternatif komunikasi non-wicara, misalnya bahasa isyarat, atau instrumentasi elektronika untuk mensintesa suara bicara.
2.Terapi wicara dan bahasa berproses dalam langkah-langkah kecil
Terapi didasarkan pada rencana berurut yang cermat. Terapis wicara akan memilih ketrampilan komunikasi utama yang diajarkan dalam beberapa cara: ’drill’ dan latihan, interaksi bermain, atau percakapan.
Kesulitan anak untuk berespon secara bertahap akan meningkat. Jadi anak diminta berlatih memakai kata tunggal sebelum penggunaan frasa atau kalimat. Terapis wicara dengan cermat dan hati-hati akan ’memberi hadiah’ (reward) respon-respon yang benar. Anak akan diberitahu dengan jelas tentang respon apa yang benar dan apa yang tidak. Ini disebut umpan balik, yang akan membantu anak dalam proses belajar. Terapi diprogram dalam langkah-langkah kecil sehingga anak akan menerima banyak ’hadiah’, terutama pada awalnya. Secara bertahap, anak akan tertantang untuk maju dan meningkatkan ketrampilan wicara dan bahasanya.
3.Terapis wicara akan mengembangkan relasi dengan anak anda. Anak akan menerima dan mengikuti pelajaran dengan baik jika lingkungannya hangat dan mendukung jalannya proses belajar. Terapis akan memakai permainan, hadiah / ’reward’, aktivitas-aktivitas bermain untuk menjaga rasa tertarik anak dan mendorong / menstimulasi agar ia belajar.
4.Orang tua adalah peran kunci (terpenting) dalam proses terapi
Sebagai orang tua, anda mungkin akan diminta membantu mengamati anak di luar sesi terapi dan juga membantu anak berlatih di rumah. Kadang anda akan perlu belajar bagaimana berespon terhadap pelbagai kesulitan berkomunikasi. Mungkin anda diminta belajar bagaimana menjadi contoh / model dari bentuk-bentuk bicara dan bahasa bagi anak anda. Terapis wicara akan mempersiapkan anda untuk aktivitas-aktivitas ini dengan cara menyediakan informasi, tuntunan / petunjuk umum, atau pelatihan ketrampilan spesifik. Anda juga dapat membantu dengan memastikan kehadiran anak anda pada sesi-sesi terapi. Yang terpenting, anda dapat memberi contoh sikap positif terhadap proses terapi.

Frekuensi dan panjang sesi terapi.
Seberapa sering anak hadir mengikuti terapi tergantung pada usia anak, sifat dan keparahan gangguan, pertimbangan biaya dan tersedianya layanan. Para ahli setuju bahwa satu sesi per minggu sering tidak cukup, karena anak akan sulit mengingat apa yang dipelajari. Paling umum, anak ikut 2 – 3 sesi per minggu. Untuk beberapa gangguan bicara seperti gagap dan problem artikulasi tertentu, penanganan tiap hari hasilnya paling sukses. Hasilnya lebih cepat dan permanen. Tapi program intensif seperti ini jarang tersedia, kecuali di sekolah-sekolah umum (di AS).
Panjang sesi juga bervariasi. Untuk anak usia pra-sekolah, mungkin sesi terapi cukup 30 menit. Sesi bisa sejam bila dalam kelompok. Untuk anak yang lebih besar, sesi bisa 45-60 menit.

Penataan terapi
Orang tua mempunyai pilihan dimana mencari layanan terapi wicara dan bahasa. Di Amerika Serikat, sekolah umum menyediakan terapi wicara dan bahasa untuk anak usia sekolah. Beberapa negara bagian menyediakan program untuk anak usia pra-sekolah. Rumah sakit besar menyediakan program ini. Klinik di perguruan tinggi adalah pilihan lainnya.
Di Indonesia, terutama di kota besar, terdapat rumah-sakit dan klinik swasta yang  kini sudah menyediakan layanan terapi wicara. Pada kasus-kasus tertentu, layanan di rumah dapat dilaksanakan. Biaya tentu bervariasi.

Daftar istilah:
Artikulasi– produksi suara wicara
Bahasa isyarat – komunikasi dengan sistem isyarat lebih daripada bahasa tutur
Evaluasi - observasi cermat dan pengetesan atas kemampuan wicara dan bahasa.
Hadiah – reinforce – memberi hadiah untuk meningkatkan perilaku yang diinginkan.
Model – menyediakan contoh benar bagi anak untuk bisa ditiru.
Papan komunikasi – bantuan untuk orang-orang dengan kesulitan bicara. Papan terdiri atas gambar atau angka, huruf yang mewakili suatu kata. Orang tsb akan menunjuk gambar untuk menyatakan keinginan / menyampaikan berita.


Sumber: Parent Articles – Enhance Parent Involvement in Language Learning – edited by Margaret Schrader, PhD, CCC-SLP.
Contact Persons:

0 komentar: